How Our First Toner Came to Be


by Glow Necessities
How Our First Toner Came to Be
A toner that respects your skin barrier
Glowmin’s story: on their own word

Dari belasan skenario yang ada untuk meluncurkan sebuah skincare system yang sejalan dengan gentle philosophy GN, keputusannya berlabuh pada hydrating toner ini. Kami melihat bahwa mayoritas toner atau ‘penyegar’ cenderung berlomba-lomba untuk memanipulasi tampilan kulit dengan tingginya kandungan volatile alcohol, astringent, witch hazel, cooling agent, atau pewangi yang tidak dibutuhkan kulit, yang mana justru berisiko memperparah dehidrasi, baik untuk kulit berminyak maupun kulit kombinasi dan kering.

Yang kami yakini tetap sama dari dulu: bahwa hydrating toner yang baik adalah toner yang mengembalikan ke kulit komponen apa yang terkikis dari proses cuci muka maupun paparan dari lingkungan sekitar (matahari, udara, polusi) daripada semakin memperparah dehidrasi. Karena skincare pada dasarnya merupakan proses perawatan organ tubuh yang perlu ketekunan (maintenance) jangka panjang: layaknya berenang di kolam renang untuk tetap stabil dan mengambang alih-alih berlomba-lomba untuk membuat 'cipratan' paling besar waktu terjun, maka tahapan basic skincare dalam sediaan toner-lah yang paling fleksibel untuk most skin types—mulai dari kulit yang berminyak sampai yang kering.

Pentingnya menjaga keseimbangan skin barrier—terutama saat kita memakai masker dalam waktu lama—untuk kesehatan kulit jangka panjang atau yang memilih skincare routine yang simple dan tidak berlapis-lapis selama di rumah saja merupakan pedoman kami dalam membuat toner dengan tekstur yang silky ini.

ADVANCED FORMULA IN A SIMPLE STEP

Alih-alih memakai formula “template” dari raw material supplier, GN bersama-sama dengan team R&D manufacturer mengambil langkah untuk memformulasikan toner ini from scratch dengan berbagai bahan yang menyokong lipid barrier & actually do something when it comes to alleviate inflamm-aging daripada sekadar melembabkan.

Replenishing Hydrator

Tidak hanya itu, karena sediaannya yang versatile, produk ini sengaja diformulasikan agar multi-fungsi (layaknya toner 'rasa' serum) karena kami menggunakan kombinasi berbagai bahan aktif, non-fragrant plant oil dan antioxidant yang secara spesifik dipilih berdasarkan data pendukung untuk membantu proses pemulihan skin barrier atau menghambat premature aging masing-masing pada konsentrasi yang efektif seperti:

  • 3% sodium ascorbyl phosphate, turunan vitamin C yang lebih stabil dibanding ascorbic acid yang dalam toner ini bekerja secara sinergi dengan antioksidan lainnya—allantoin, CoQ10, ferulic acid, dipotassium glycyrrhizate, green tea dan chamomile extract—untuk tidak hanya menghadang tapi juga memutus rantai perusakan di permukaan kulit akibat radikal bebas dari polusi yang bisa memicu premature aging atau hiperpigmentasi. 
    Exciting-nya lagi, studi yang promising tentang sodium ascorbyl phosphate pada konsentrasi 1-5% bisa berperan membantu mengurangi tampilan acne, terutama jika digunakan berdampingan dengan produk anti-acne lainnya, tanpa menganggu keseimbangan microbiota yang ada di permukaan kulit.
  • 2% niacinamide yang sudah memiliki track record studi yang solid untuk tidak hanya menenangkan kemerahan di kulit, mengatasi tone kulit yang kurang merata dan mendukung produksi collagen untuk penampakan kulit yang lebih plump & supple.
    Analoginya niacinamide ini berfungsi untuk mengkomunikasikan behavior sel kulit agar regulasi sebum dapat kembali ke kondisi seimbangnya sehingga tampilan pori-pori bisa terkontrol (terutama jika dipakai berdampingan dengan exfoliant BHA salicylic acid) sehingga tekstur kulit tampak lebih merata dan halus.
  • Dan bahan pelembab humectant: hyaluronic acid dan glycerin; serta emollient: squalane, jojoba, candlenut, dan sunflower seed oil—yang kaya akan Omega 3,6 dan menyerupai komponen minyak alami di pertahanan skin barrier manusiamembantu untuk mengunci kelembaban di berbagai lapisan kulit yang berbeda secara optimal.

FOR HIMS, HERS & THEMS

Karena begitu menenangkan dan menutrisinya, toner ini juga cocok untuk menenangkan kulit after shave. Tentunya sudah bebas drying alcohol, cooling agent, astringent, essential oil, fragrance dan bahan tambahan lain yang tidak diperlukan untuk kulit untuk mengurangi risiko timbulnya inflamasi atau membuat kulit terasa makin gersang, apalagi kulit yang baru dicukur. Tekstur toner yang milky ini memudahkan saat diaplikasikan di telapak tangan sehingga dapat dipakai tanpa kapas demi mengurangi gesekan berlebih di kulit yang sensitif.

Jika skin barrier terkompromi atau kemerahan pada kulit akibat sebelumnya di-bombardir produk dengan bahan-bahan yang memicu rantai iritasi sehingga kulit terasa gersang atau dehidrasi: analoginya toner ini akan menjadi baju santai dengan bahan kain yang ringan, tidak sesak yang nyaman untuk bersantai jika selama ini terasa terkekang dari menggunakan waist-trainer atau seragam kerja yang kaku.

We can’t wait to hear more about your newly plumped-up-rejuvenated-skin!

REFERENCES:

  • Archives of Dermatological Research, July 1998, pages 375-381
  • Experimental Dermatology, January 2014, Vol.23, pages 39-44
  • Acta Paediatricia, May 2002, Vol.91, pages 546-554
  • Skin Pharmacology and Physiology, 2018, pages 332-336
  • International Journal of Cosmetic Science, June 2005, Vol. 27, pages 171-176
  • International Journal of Cosmetic Science, Feb 2009, Vol. 31, pages 41-46
  • International Journal of Pharmaceutics, April 2003, Vol. 256, pages 65-73
  • BioFactors, 2008, Vol 32, pages 245-255
  • BioFactors, Nov-Dec 2015, Vol 41, pages 383-390
  • International Journal of Molecular Sciences, Jan 2018, Vol. 19, pages 70
  • Journal of Cosmetic and Laser Therapy, Jun 2006, pages 96-101
  • Clinics in Dermatology, Volume 28, July–August 2010, Pages 440-451